Melahirkan anak bebas stunting bukan hanya tugas ibu hamil. Calon ibu perlu memperhatikan kesehatannya sejak usia remaja, salah satunya dengan bebas anemia.
Seringkali stunting dikaitkan dengan ibu hamil, ASI eksklusif, dan pola makan anak di masa emas pertumbuhan. Namun, faktanya, kesehatan remaja putri juga berperan penting dalam melahirkan anak yang sehat dan bebas stunting.
Anemia pada remaja putri dapat membawa dampak jangka pendek dan panjang, seperti:
- Jangka Pendek: Daya tahan tubuh menurun, mudah lelah, mudah sakit, prestasi sekolah menurun, dan produktivitas berkurang.
- Jangka Panjang: Meningkatkan risiko perdarahan saat melahirkan, bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), stunting, dan gangguan neurokognitif pada anak.
Bagaimana Mencegah Anemia pada Remaja Putri?
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan intervensi dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri dan ibu hamil.
Upaya lain yang dilakukan Kemenkes untuk menanggulangi anemia:
- Edukasi dan promosi gizi seimbang
- Fortifikasi zat besi pada bahan makanan
- Penerapan hidup bersih dan sehat